Bukittinggi, Sumatera Barat – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama berbagai pemangku kepentingan terus berupaya mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Langkah ini dilakukan untuk menjadikan Bukittinggi sebagai salah satu pusat UMKM terdepan di Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional.
UMKM, Pilar Ekonomi Kerakyatan
Wali Kota Bukittinggi menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Saat sektor besar mengalami kelesuan akibat berbagai faktor, UMKM terbukti tangguh dan tetap mampu bertahan.
“UMKM ini bukan hanya sekadar usaha kecil, tetapi fondasi ekonomi kita. Karena itu, Bukittinggi harus mengambil peran sebagai pusat pengembangan UMKM, agar produk lokal kita mampu bersaing dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan Infrastruktur dan Pemasaran
Sejalan dengan target tersebut, Pemkot Bukittinggi telah menyiapkan sejumlah program. Mulai dari penyediaan pusat kuliner dan kerajinan rakyat, penguatan koperasi, hingga kerja sama dengan marketplace digital untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain itu, penguatan sarana promosi juga menjadi perhatian. Berbagai event seperti festival UMKM, pameran produk lokal, hingga pelatihan digital marketing rutin digelar untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha.

Baca juga: Antisipasi balap liar, Polresta Bukittinggi amankan belasan sepeda motor
Potensi Strategis Bukittinggi
Kota Bukittinggi memiliki potensi besar dalam mengembangkan UMKM karena letaknya yang strategis sebagai destinasi wisata utama di Sumbar. Ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara datang setiap bulan, sehingga produk UMKM—mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga fashion—berpeluang besar dipasarkan langsung kepada konsumen.
“Pariwisata dan UMKM harus berjalan beriringan. Wisatawan tidak hanya datang melihat Jam Gadang atau panorama, tetapi juga pulang membawa oleh-oleh produk asli Bukittinggi,” ujar salah seorang penggiat UMKM setempat.
Tantangan: Akses Modal dan Legalitas
Meski prospek cerah, pelaku UMKM di Bukittinggi masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama soal akses permodalan dan legalitas usaha. Banyak usaha mikro yang belum memiliki izin resmi maupun sertifikasi halal, sehingga menyulitkan mereka masuk ke pasar modern.
Menjawab hal itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan bank daerah dan lembaga pembiayaan untuk menghadirkan kredit dengan bunga ringan.
“Bukittinggi punya modal kuat, tinggal bagaimana kita mengelola dengan serius.




