, , ,

Bukittinggi Luncurkan Skrining & Sosialisasi KTR Sopir Angkot

oleh -660 Dilihat

Bukittinggi, Sumbar – Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan sehat melalui penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kali ini, Pemkot bersama Dinas Kesehatan meluncurkan program skrining kesehatan dan sosialisasi KTR bagi para sopir angkot di Terminal Aur Kuning, Selasa (20/8).

Komitmen Wujudkan Kota Sehat

Wali Kota Bukittinggi dalam sambutannya menegaskan, angkutan kota (angkot) merupakan salah satu ruang publik yang harus bebas dari asap rokok. Oleh karena itu, kesadaran sopir dalam menjaga kesehatan diri sekaligus penumpangnya menjadi sangat penting.

“Transportasi umum adalah wajah kota. Dengan penerapan KTR, kita ingin memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Sopir Angkot Jalani Skrining Kesehatan

Dalam kegiatan ini, puluhan sopir angkot mengikuti pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, kadar gula darah, hingga fungsi paru-paru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit akibat kebiasaan merokok atau pola hidup tidak sehat.

“Kami ingin para sopir sadar akan pentingnya kesehatan. Kalau sopir sehat, layanan transportasi juga akan lebih baik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi.

Sosialisasi KTR
Sosialisasi KTR

Baca juga: Tingkatkan kapasitas pegawai, Pemkot Bukittinggi memulai Orientasi PPPK 2025

Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok

Selain skrining, para sopir juga diberi penyuluhan terkait aturan Kawasan Tanpa Rokok yang berlaku di Bukittinggi. Angkot ditekankan sebagai area bebas asap rokok, sehingga penumpang pun diharapkan ikut menaati aturan ini.

Sosialisasi dilakukan dengan cara sederhana namun efektif, termasuk pemasangan stiker “Dilarang Merokok di Dalam Angkot” di setiap kendaraan.

Dukungan Sopir dan Penumpang

Beberapa sopir angkot menyambut baik program ini. Mereka menilai sosialisasi KTR akan membuat penumpang merasa lebih nyaman dan bisa menjadi kebiasaan baik di kalangan sopir.

“Kalau dilarang merokok di dalam angkot, sebenarnya lebih enak juga. Penumpang nggak terganggu, kami pun lebih sehat,” ungkap salah satu sopir, Yanto.

Harapan Jangka Panjang

Melalui langkah ini, Pemkot Bukittinggi berharap penerapan KTR tidak hanya berhenti di terminal atau angkot, tetapi juga meluas ke ruang publik lainnya. Dengan demikian, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dapat semakin meningkat.

“Ini langkah kecil tapi punya dampak besar untuk kualitas kesehatan warga Bukittinggi,” tutup Wali Kota.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.