, ,

Sumbar Siaga Karhutla: 75 Ha Lahan Terbakar di Juni

oleh -767 Dilihat

Sumbar Siaga Karhutla: 75 Hektare Lahan Terbakar Selama Juni, Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan

Padang — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau tahun ini. Sepanjang bulan Juni, tercatat sudah 75 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Pemerintah Provinsi bersama unsur terkait kini menetapkan status siaga dan memperkuat langkah antisipasi.

Kepala BPBD Sumbar, Jumaidi, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut, semak belukar, dan lahan kosong yang rawan terbakar saat cuaca panas dan kering. Beberapa titik karhutla terpantau di wilayah Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Agam. “Kami sudah mengerahkan tim gabungan untuk pemadaman dan patroli rutin. Upaya pembasahan lahan juga dilakukan di beberapa titik rawan,” jelasnya.

Selain personel BPBD, upaya penanggulangan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan masyarakat. Tim bergerak cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran dan mengurangi dampak asap bagi kesehatan warga.

Sumbar
Sumbar

Baca juga: Seorang wanita diduga korban KDRT dirawat di RSOMH Bukittinggi

Pemerintah provinsi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan ini tidak hanya membahayakan lingkungan tetapi juga melanggar hukum. “Kami mengimbau warga untuk lebih waspada dan ikut berperan mencegah karhutla. Pelaku pembakaran akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Jumaidi.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Pemprov Sumbar memperkuat sistem deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi satelit untuk memantau hotspot, memperbanyak papan peringatan di daerah rawan, dan menyiagakan posko karhutla di titik-titik strategis.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, juga sudah menginstruksikan jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk bersinergi menghadapi ancaman karhutla. “Langkah pencegahan harus diutamakan, jangan sampai api membesar baru kita bertindak. Semua harus bergerak cepat dan tanggap,” ujarnya dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla.

Dengan status siaga yang sudah ditetapkan, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar lahan kosong, hutan, dan kawasan perkebunan. Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan agar Sumbar terhindar dari bencana kabut asap seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.