Bukittinggi – Pemerintah menargetkan pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi dapat mulai berjalan pada akhir 2026. Proyek ini digadang-gadang menjadi bagian penting dalam memperkuat jaringan tol di Sumatera Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Tol ini merupakan kelanjutan dari jalur Tol Padang–Pekanbaru, yang sebelumnya telah dimulai dengan seksi Padang–Sicincin. Nantinya, ruas Sicincin–Bukittinggi akan menghubungkan wilayah sentral wisata dan perdagangan di Sumbar dengan jalur logistik lintas provinsi.
Dorongan dari Pemerintah Pusat
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, menjelaskan bahwa proyek ini masuk prioritas nasional karena akan memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Saat ini, perjalanan Sicincin–Bukittinggi memakan waktu 2–3 jam, nanti diharapkan hanya sekitar 45 menit,” ujarnya.
Menurutnya, tahap persiapan seperti studi kelayakan, desain teknis, dan pembebasan lahan akan dimulai pada 2025, sehingga konstruksi bisa langsung berjalan pada akhir 2026.

Baca juga: Bukittinggi Orchestra meriahkan puncak perayaan 123 Tahun Bung Hatta
Manfaat Ekonomi dan Pariwisata
Selain memperlancar arus barang dan jasa, tol ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Bukittinggi sebagai salah satu destinasi unggulan Sumbar akan lebih mudah diakses wisatawan dari berbagai daerah, bahkan dari Riau dan provinsi lain di Sumatera.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budi, menilai akses tol akan memicu tumbuhnya usaha perhotelan, kuliner, dan kerajinan lokal. “Ini akan jadi momentum bagi pelaku UMKM untuk naik kelas,” katanya.
Masyarakat Menanti Realisasi
Warga Sicincin dan Bukittinggi menyambut baik rencana ini. Rahmat, pengusaha transportasi lokal, berharap tol ini benar-benar terealisasi tepat waktu. “Kalau sudah ada tol, biaya operasional kendaraan bisa berkurang, dan penumpang juga lebih nyaman,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama Kementerian PUPR berkomitmen untuk mengawal proses pembebasan lahan secara transparan agar tidak menghambat jadwal pembangunan. Dengan target akhir 2026, Tol Sicincin–Bukittinggi diharapkan menjadi penghubung vital yang mempercepat mobilitas, menurunkan biaya logistik, dan mengangkat potensi ekonomi Sumbar.




